ya tentunya ada HARI GURU SEDUNIA tapi bukan di peringati pada tanggal 25 November loh, HARI GURU SEDUNIA di peringati pada tanggal 5 Oktober ya tepatnya juga HUT TNI.
Hari Guru Sedunia sendiri sebenarnya berkaitan dengan suatu peristiwa bersejarah pada tanggal 21 September-5 Oktober 1966. Yaitu diselenggarakannya konferensi antar pemerintah di Paris yang dihadiri oleh wakil dari 76 negara anggota UNESCO termasuk Indonesia dan 35 organisasi internasional.
Konferensi tersebut menghasilkan rekomendasi tentang status guru yang dikenal dengan ILO/UNESCO, Recommendations Concerning the Status of Teachers. Isi rekomendasi tersebut diantaranya menekankan pada profesionalisme dan kesejahteraan guru khususnya dinegara-negara berkembang.
Profesionalisme guru menjadikan profesi guru tidak asal-asalan, tapi memiliki bekal pengetahuan dan sejumlah kompetensi memadai, diantaranya pedagogis. Guru harus mencintai profesinya secara total dan tulus. Jangan sampai memilih profesi guru adalah merupakan pilihan kedua di tengah sulitnya mencari pekerjaan.
Menurut UNESCO, Hari Guru Sedunia mewakili sebuah kepedulian, pemahaman, dan apresiasi yang ditampilkan demi peran vital guru, yaitu mengajar pengetahuan dan membangun generasi. Dengan semangat Hari Guru Sedunia harapan guru Indonesia profesional, sejahtera dan terlindungi lekas terwujud.
ayo murid-murid pada ngasih kado apa sama guru tercinta?
terus di sekolah pada ngerayain gak?
bisanya sih di rayain bareng gurunya di kelas masing-masing, bener gak?
kalo jaman sekolah ni ya pasti ada guru yang paling kiler, tapi bukan berarti guru itu jahat sma murid-muridnya, malah antonimnya, guru kiler agar anak muridnya kelak berhasil,,
jadi guru itu sepertinya pekerjaan yang paling mulia, kalo gak ada guru gimana kita tau segalanya, dari menulis, membaca, menghitung dll, bener gak.
jadi berterimakasihlah sama guru, emang sih kadang bikin jengkel..
tapi kembali lagi kalo gak ada guru kita gak bakalan jadi bisa,
Tapi kenapa masih ada guru yang kesejahteraan dan hak-hak mereka seringkali dicurangi dan bahkan tak dianggap ada. Memang tak dipungkiri beberapa dari ribuan atau mungkin jutaan GURU di negeri kita sudah terjamin secara materi, tapi masih sangat banyak yang sama sekali belum mendapatkan fasilitas dengan sepantasnya.
tidak sepantasnya seperti itu.
sepenggal cerita di baeah ini yang mungkin bisa memotivasi kita agar kita dapat bersyukur bisa sekolah dengan nyaman,
cerita ini oleh :
Tanpa alas kaki atau seragam. Tanpa ruang kelas atau bahkan gedung sekolah yang bertembok. Namun, mereka sangat bersemangat sekali dalam mengikuti proses belajar. Digigit nyamuk atau ditempeli lintah,, emmm…itu sudah biasa. Atau harus berjalan dan menaiki sampan berkilo-kilo meter, itu juga sudah jadi rutinitas. Semua itu tak akan pernah jadi halangan untuk mereka.
Mereka adalah GURU pengajar anak-anak di daerah terpencil di beberapa pulau di negeri ini. Jika melihat fakta yang ada di lapangan tentu sangat miris dan seperti yang kita tahu mereka terpinggirkan karena alasan lokasi yang tak terjamah. Lalu, jika sudah seperti ini siapa yang memperhatikan kesejahteraan para GURU yang ada di tengah hutan sana atau di daerah terpencil? Tak perlu muluk membicarakan kesejahteraan, tapi kita tengok dulu bagaimana dengan fasilitas sekolah mereka, tidak ada apa-apa disana. Semua hanya swadaya dari para pendidik sendiri atau kadang dibantu lembaga atau warga sekitar yang peduli dengan masa depan anak mereka.
Hanya sebagian kecil yang tahu bahwa mereka ada dan nyata bertindak. Mereka tak perlu membesarkan diri dan mengatakan di berbagai media bahwa mereka sudah beramal atau mengabdi pada bangsa ini. Mereka hanya diam dan menikmati pekerjaan itu. Pendidikan yang sederhana tapi penuh dengan makna, itulah yang mereka terapkan dalam mengajar sehari-hari. Meskipun fasilitas sangatlah kurang bahkan tidak ada, tapi mereka tak kenal lelah untuk terus membagi apa yang mereka punya kepada anak-anak didik mereka. BRAVO UNTUK SEMANGAD DAN DAYA JUANG MEREKA DI TENGAH KETERBATASAN…!!!
…langkah kaki seorang guru di jalan yg menanjak dan menurun(kiri),,, seorang Butet Manurung yg mengabdikan dirinya utk menjadi seorang guru bagi anak-anak di pedalaman (kanan).
*catatan dari dew_ :
potongan cerita di atas masih berupa gambaran kecil dari perjuangan teman-teman guru di daerah pedalaman. cerita ini juga hanya berdasar pengalaman dew ketika melihat atau membaca berbagai informasi di media mengenai guru pejuang tersebut. cerita ini hanya sebagian kecil saja dari berbagai fakta mengenai perjuangan berat para pendidik tunas bangsa di negara kita.
semoga bisa lebih memotivasi kita yah :DD



Tidak ada komentar:
Posting Komentar